Assalamu'alaikum MTers

My photo
Selamat datang di Moslem Teen Box a.k.a MTBox.. Di sini, kita akan berbagi informasi tentang kegiatan2 dan ngebahas topik2 yang lagi hangat dibicarakan tentang dunia islam dan dunia islam pada remaja khususnya... gak ketinggalan juga, kita bisa sharing liputan acara2 yang up to date n tetap dlm koridor keislaman... So?? kata siapa remaja islam itu kuper?? Yuk.. kita tunjukkan klo remaja muslim itu Eksis dunia akhirat... We can to be Exist Moslem Teen with Moslem Teen Box.. ^_^

Monday, 23 November 2009

Obral Obrol Tentang Remaja


Kurang rasanya kita berada di dalam Moslem Teen Box tapi tidak membicarakan ”TEEN” itu sendiri. I love being a teenager, but do you love it too?
Supaya sama-sama cinta dengan masa indah remaja. Mari kita tilik apa sih yang disebut dengan remaja itu.

Remaja atau adolescence adalah perkembangan transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa dimana terjadi perubahan dalam fisik, kognitif dan psikososial
(Papalia, Olds & Feldman, 2007).

Yuk, kita lihat perubahan apa yang terjadi mulai dari fisik, kognitif dan psikososial.
  • Perubahan fisik yang paling unik pada diri remaja biasa kita sebut dengan Puber. *bukan putih bersih loh* :p. Puber pada masa remaja dimulai karena adanya perubahan hormonal dalam tubuh. Perubahan hormonal tersebut diikuti dengan perubahan fisik baik di diri akhwat maupun ikhwan. Misalnya nih mulai tumbuh tuh bulu-bulu di sekujur tubuh, ke dalaman suara, tumbuh kembang badan dan otot-otot. Suka ada yang denger kata-kata ”Kok dulunya kecil, sekarang udah gede banget yah”. Nah ibu-ibu dan bapak-bapak itu yang namanya pertumbuhan, jadi ngga usah ditanya lagi ya. Hihihihi..
  • Perubahan kognitifnya berasal darimana sih. Itu berasal dari otak kita yang bekerja dan berkembang di masa remaja. Perubahan dramatis dari struktur otak termasuk di dalamnya emosi, penilaian, organisasi tingkah laku, dan kontrol diri. Jadi, remaja kata orang adalah masa yang sulit. Sebenarnya sih bukan sulit tapi kita jadi lebih pingin tahu banyak hal aja. Karena otak kita sudah mulai mampu untuk memberi sinyal ke diri untuk menunjukkan emosi dan penilaian terhadap suatu hal sesuai dengan keinginan kita. Jangan salah, ini bukan hal yang buruk asal kita tetap bisa melakukan kotrol diri terhadap emosi, penilaian dan tingkah laku kita tersebut.
  • Isu perkembangan psikososial pada remaja meliputi identity (menemukan dan memahami diri sebagai individu), autonomy (mengembangkan sense of independence yang sehat), intimacy (mengekspresikan perasaan seksual dan menikmati kontak fisik dengan orang lain), sexuality dan achievement (menjadi seseorang yang sukses dan kompeten sebagai anggota masyarakat).

Menurut Wattenberg (dalam Rice, 1993) terkait dengan tugas perkembangannya membuat remaja memiliki karakteristik sebagai berikut:

1. Transformasi fisik
Melalui perubahan yang dialami, remaja belajar untuk mempersepsikan diri mereka berbeda dan mengubah cara pandang orang lain terhadapnya.

2. Meningkatnya tension (ketegangan)
Perubahan fisik juga meliputi kematangan sistem reproduksi sehingga berpotensi mengakibatkan masalah psikologis dan emosional dan sekarang remaja harus berusaha melakukan coping untuk mengurangi tekanan yang ditimbulkan.

3. Perubahan emosi
Perubahan seksualitas tubuhnya sering mengakibatkan remaja mengarahkan emosinya sembarangan dan kadang-kadang di situasi, waktu, tempat maupun orang yang salah. Kematangan emosional tergantung pada usaha menemukan identitas diri, tidak tergantung lagi pada orangtua (independen), membangun sistem nilai sendiri, dan pembentukan hubungan dengan orang lain.

4. Ketidakpastian status
Dalam masyarakat, status remaja menjadi tidak jelas, remaja tidak bisa dianggap sebagai anak-anak lagi tetapi juga belum dewasa.

5. Berkelompok menurut umur
Fenomena ini awalnya terjadi di lingkungan sekolah di mana siswa membuat kelompok sendiri sesuai tingkatan kelasnya yang umumnya berumur sama dengan dirinya.

6. Latihan dan bermain
Remaja mencari pengalaman untuk mempersiapkan diri terhadap peran baru

7. Kedewasaan secara intelektual
Remaja mengalami perkembangan kognitif seperti yang dikemukakan oleh Piaget bahwa mereka sudah mencapai tahap formal operation, ditandai dengan kemampuan untuk berpikir abstrak

8. Keterlibatan politik
Pada umur tertentu, remaja boleh memiliki hak suara dalam politik.

Dari pemaparan di atas kita jadi tahu kan betapa rumit lika-likunya kehidupan remaja. Tapi jangan pernah takut. Semua orang juga mengalami masa-masa ini kok. Dengan kita berpikiran positif dan dekat dengan Allah SWT. Insya Allah masa remaja yang kita jalani, bisa semakin indah dan banyak manfaatnya. Berbagai macam perubahan, membuat kita makin banyak tahu tentang kehidupan. Tapi harus ingat kita kudu “MaxMinCon”. Let’s Maximize our potentials, Minimize error of our live and self-Control to protect our self from unnecessary things (Memaksimalkan potensi kita, Minimalkan kesalahan dalam hidup kita dan Kontrol diri untuk melindungi diri dari hal-hal yang tidak bermanfaat)

Good Luck with life and Have fun. See you next time (^o^)


Source:
Papalia, D.E., Olds, S.W., & Feldman, R.D. (2007). Human Development. 10th Ed. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.

Rice. (1993).
Pic:
http://fc09.deviantart.net/fs15/f/2007/065/9/5/Moslem_Girl_by_badakbcula1.jpg
http://www.phillipmartin.info/clipart/moslem_boy_s.gif

by: nina

No comments:

Post a Comment